UP ZIS MASJID AL-MUJAHIDIN

UNIT PELAYANAN ZAKAT INFAQ SHADAQAH (UP-ZIS) MASJID AL-MUJAHIDIN

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 10 June 2011 17:02 Written by Abu Wardah Wednesday, 27 October 2010 14:16

  • PROGRAM PENYALURAN DAN PENDAYAGUNAAN

  • AMIL

  • MUSTAHIK

  • CARA MEMPEROLEH BANTUAN

  • CARA MEMBAYAR ZIS

 

CARA PENGHITUNGAN ZAKAT

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Written by Administrator Friday, 31 July 2009 10:10

Zakat Fitrah
Ketentuan :
1. Besarnya zakat fitrah adalah 2.5 kg. Atau menurut Abu Hanifah, boleh membayarkan sesuai dengan harga makanan pokok.
2. Orang yang wajib membayar zakat fitrah adalah semua muslim tanpa membedakan laki-laki dan perempuan, bayi, anak-anak dan dewasa, kaya atau miskin (yang mempunyai makanan pokok lebih dari sehari)
3. Waktu mengeluarkan zakat fitrah : boleh diberikan awal bulan ramadhan, tetapi wajibnya zakat fitrah diberikan menjelang sholat idul fitri atau tenggelamnya matahari di akhir bulan ramadhan.

Zakat Perdagangan
Ketentuan :
1. Telah mencapai haul
2. Mencapai nishab 85 gr emas
3. Besar zakat 2,5 %
4. Dapat dibayar dengan barang atau uang
5. Berlaku untuk perdagangan secara individu atau badan usaha ( CV, PT, koperasi)

Cara Hitung :
Zakat Perdagangan =
( Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan ) – (hutang-kerugian) x 2,5%

Zakat Emas Perak

Ketentuan :
1. Mencapai haul
2. Mencapai nishab, 85 gr emas murni atau 595 gr perak
3. Besar zakat 2,5 %
4. Besar zakat emas :
Jika emas/perak tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali zakat emas/perak = emas yang dimiliki x harga emas x 2,5 %
Jika emas/perak dipakai Zakat emas/perak = (emas yang dimiliki - emas yang dipakai) x harga emas x 2,5 %

Zakat Investasi
Zakat Investasi adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang diperoleh dari hasil investasi. Contoh: bangunan atau kendaraan yang disewakan.
Zakat Investasi dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modal tidak dikenai zakat.
Besar zakat yang dikeluarkan 5% untuk penghasilan kotor dan 10 % untuk penghasilan bersih.

Zakat Hadiah
Jika hadiah tersebut terkait dengan gaji maka Ketentuannya sama dengan zakat profesi dan dikeluarkan pada saat menerima hadiah. Besar Zakat yang dikeluarkan 2.5%.

Jika komisi, terdiri 2 bentuk : Pertama, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 10%. Kedua, jika komisi dari hasil profesi misalnya makelar, maka zakatnya seperti zakat profesi.

Jika hibah :
Pertama, jika sumber hibah tidak diduga - duga maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20%.
Kedua, jika sumber hibah sudah diduga dan diharapkan, maka hibah tersebut digabungkan dengan kekayaan yang ada, zakat yang dikeluarkan sebesar 2.5%.

Zakat Simpanan

Uang simpanan dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir bila telah mencapai haul. Besarnya nisab senilai 85 gr emas.
Besar zakat yang harus dikeluarkan 2,5 %.
1. Zakat simpanan tabungan. Saldo akhir = saldo akhir - bagi hasil / bunga. Besarnya zakat : 2,5 % x saldo akhir
2. Zakat simpanan deposito. Penghitungan sama dengan zakat simpanan tabungan.

Zakat Profesi
Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab. Ketentuan :
1. Mencapai nishab setara 520 kg
2. Besar zakat 2,5 %
3. Kaidah menghitung zakat profesi
    - Menghitung dari pendapatan kasar (brutto) besar zakat profesi = pendapatan total x 2,5 %
    - Menghitung dari pendapatan bersih (netto) besar zakat profesi = ( pendapatan total - pengeluaran per bulan ) x 2,5 %

Pengeluaran per bulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan, papan). Menurut Yusuf Qardhawi, sangat dianjurkan untuk menghitung zakat dari pendapatan kasar (brutto), untuk lebih menjaga kehati-hatian.

Cara Menghitung Zakat Profesi
Nisab sebesar 5 wasaq / 652,8 kg gabah setara 520 kg beras. Besar zakat profesi yaitu 2,5 %.
Terdapat 2 kaidah dalam menghitung zakat profesi :
1. Menghitung dari pendapatan kasar (brutto)
    Besarzakat yang dikeluarkan = pendapatan total (keseluruhan) x 2,5%
2. Menghitung dari pendapatan bersih (netto)
   Pendapatan wajib zakat = pendapatan total - pengeluaran perbulan*
   Besar zakat yang harus dibayarkan = pendapatan wajib zakat x 2,5%

Keterangan :
*pengeluaran perbulan termasuk : pengeluaran diri , istri, 3 anak, orang tua dan cicilan rumah. Bila dia seorang istri, maka kebutuhan diri, 3 anak dan cicilan rumah tidak termasuk dalam pengeluaran perbulan.
 

TUGAS DAN FUNGSI UP ZIS MASJID AL-MUJAHIDIN

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 10 June 2011 16:30 Written by Abu Wardah Friday, 31 July 2009 10:08

Lahirnya Undang Undang No. 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat telah memberikan angin segar bagi dunia perzakatan yang lebih baik. Namun, hal itu juga menuntut semua lembaga pengelola zakat untuk berbenah diri sesuai dengan regulasi yang baru tersebut.

 

Tugas Pokok UP-ZIS Masjid Al-Mujahidin adalah:

  • Menyelenggarakan pengumpulan dan pendayagunaan zakat infaq shadaqah sesuai dengan fungsi tujuannya.
  • Dalam melaksanakan tugasnya, UP-ZIS Masjia Al-Mujahidin bersifat obyektif dan transparan.

Fungsi UP-ZIS Masjid Al-Mujahidin adalah:

  • Penyusunan program kerja.
  • Pengumpulan segala macam zakat infaq shadaqah dari masyarakat.
  • Pendayagunaan zakat infaq shadaqah sesuai dengan ketentuan hukumnya.
  • Penyuluhan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan kesadaran menunaikan ibadah zakat infaq shadaqah .
  • Pembinaan pemanfaatan zakat infaq shadaqah agar lebih produktif dan terarah.
  • Koordinasi, bimbingan dan pengawasan kegiatan pengumpulan zakat infaq shadaqah yang dilaksanakan oleh pelaksana pengumpulan UP-ZIS Masjid Al-Mujahidin.
  • Penyelenggaraan kerja sama dengan badan atau lembaga pengelola zakat infaq shadaqah yang lain.
  • Pengendalian atas pelaksanaan pengumpulan dan pendayagunaan zakat infaq shadaqah.
  • Pengurusan fungsi-fungsi ketatausahaan, perlengkapan, kerumahtanggaan dan sumber daya manusia.
   

TUGAS PENGURUS UP ZIS MASJID AL-MUJAHIDIN

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 10 June 2011 17:35 Written by Administrator Friday, 31 July 2009 10:07

KETUA UMUM 
  • Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan operasional  UP-ZIS
 
BENDAHARA 
  • Menerima dan mencatat uang yang masuk & keluar. 
  • Menyusun anggaran penerimaan & biaya operasional.
  • Menyimpan uang dan aset UP-ZIS.
  • Menata pembukuan dan administrasi UP-ZIS.
  • Melaporkan hasil pengumpulan ZIS secara berkala kepada Ketua Umum UP-ZIS, Komisi Pengawas, dan Dewan Pembina.
 
DIVISI BIDANG KESEKRETARIATAN & PROGRAM
  • Mengadministrasikan surat masuk & keluar.
  • Mengadministrasikan data muzaki & mustahik.
  • Mengelola data muzaki & mustahik.
  • Menyusun program untuk para mustahik.

 

DIVISI BIDANG PENGUMPULAN

  • Merencanakan program pengumpulan.
  • Membuat produk pengumpulan.
  • Melakukan sosialisasi ZIS.
  • Membagikan kupon atau kwitansi  ZIS kepada amil atau mitra amil.
  • Menebarkan celengan ZIS ke masyarakat yang akan dijemput setiap bulan.
  • Menyiapkan kotak ZIS di tempat strategis.
  • Melayani muzaki, munfik dan musadik yang datang ingin menunaikan ibadah ZIS (stelsel pasif), atau
  • Mendatangi muzaki, munfik dan musadik untuk memberikan kesempatan dan kemudahan bagi mereka untuk ber-ZIS (stelsel aktif).
  • Memberikan bimbingan kepada muzaki dalam menghitung zakat sendiri bagi mereka yang belum memahaminya.

 

DIVISI BIDANG PENYALURAN & PENDAYAGUNAAN
  • Merencanakan program penyaluran.
  • Melakukan evaluasi kelayakan mustahik. 
  • Menyalurkan/membagikan dana ZIS kepada para mustahik.
  • Pada akhir tahun anggaran mengeluarkan pemberitahuan atau pengumuman kepada khalayak ramai, agar para mustahik mengusulkan permintaan bantuan (santunan) kepada UP-ZIS.
  • Merumuskan kebijaksanaan dalam mendayagunakan uang ZIS, sesuai dengan aspirasi/usulan dari mustahik. 
  • Menetapkan rincian penyaluran dan pendayagunaan ZIS sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan bersama. 
  • Memonitor dan membina pemanfaatan ZIS yang diterima oleh mustahik.
  • Mengevaluasi pendayagunaan ZIS, untuk mengetahui apakah penyaluran telah mencapai sasaran secara optimal, yaitu meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya para dhu’afa. 
  • Meningkatkan tertib administrasi.

 

DIVISI BIDANG JARINGAN

  • Mensosialisasikan keberadaan dan program UP-ZIS.
  • Membangun jaringan dengan pihak-pihak lain untuk pengumpulan dana ZIS.
  • Bekerjasama dengan kemitraan badan atau lembaga ZIS lain untuk meningkatkan dana ZIS atau peningkatan pendidikan dan keterampilan mustahik.
 

KEPENGURUSAN UP ZIS MASJID AL-MUJAHIDIN

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 10 June 2011 17:02 Written by Abu Wardah Friday, 31 July 2009 10:04

DEWAN PEMBINA

Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, M.A.

Dr. H. Darmono

 

DEWAN PENGAWAS
Ramli, SH

Takmir Masjid Al-Mujahidin

 

KETUA UMUM

A. Zaenudin Al-Hanif, S.Ag

 

BENDAHARA

Suyadi, M.Pd

 

DIVISI BIDANG KESEKRETARIATAN & PROGRAM

Muhamad Romli, Lc, S.Pd

Muhamad Nur

Muhamad Lutfi, Lc

 

DIVISI BIDANG PENGUMPULAN ZIS

Nina Sudartoyo, A.Md

Wardiyatun Marsan, A.Md

Salman Farisi

 

DIVISI BIDANG PENYALURAN & PENDAYAGUNAAN

Nurhaidin Akbar, S.Pd

Yuswa Pranoto

Afisena

 

DIVISI BIDANG JARINGAN

Firza Irianto

Agus Fitriana

Andri